Kamis, 20 Juni 2013

The Kite Runner

Judul           : The Kite Runner
Penulis        : Khaled Hosseini
Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
Penerbit       : Qanita
Tebal           : 618 hlm ; 17.5 cm

Saat membaca buku ini rasanya gak mau berhenti baca sebelum habis,
saya menikmati setiap lembar kata-kata Khaled hosseini bahasanya mengalir bagus dengan sastra yang indah.Kisahnya sungguh menarik hati,cerita dari novel ini bukan tentang percintaan atau tentang superhero.Tapi tentang kisah persahabatan yang menyayat hati sampai saya menangis malam2 saat membacanya.

Jarang sekali saya membaca novel karangan orang afganistan, Khaled merupakan penulis yang berdarah Afganistas-Amerika. Ini merupakan novel pertamanya dan novel ini langsung booming di Amerika dan merupakan salah satu novel New York time best seller.The Kite Runner adalah buku terlaris sepanjang tahun 2005 versi Publisher's Weekly dengan menduduki tangga atas best-seller selama lebih dari 50 minggu, selain itu novel ini diganjar sebagai buku terbaik tahun 2004 versi San Francisco Chronicles.Film ini juga sempat difilmkan pada tahun 2007 tapi sayang saya belum lihat filmya.Sebenarnya pengen sih nonton filmnya tapi bingung dapetinya darimana hehe

Novel ini berlatar di Afganistas The Kite Runner menceritakan secara detail tiap sudut Afghanistan pada masa konflik, mulai dari pendudukan Soviet, pemerintahan yang kacau, hingga pendudukan Taliban.Saya sampai ikut  merasakan kehidupan yang berat di afganistan banyak suku-suku yang tinggal disana perbedaan kasta diantara bangsa Afghan juga masih menjadi hal yang penting di negara tersebut, dimana kaum Hazara yang menganut Muslim Syi’ah dianggap lebih rendah tingkat “kemanusiaan”-nya dibandingkan kaum Pashtun yang menganut Muslim Sunni. Kaum hazara adalah kaum minoritas di afgan dan cerita ini dimulai dari dua orang tuan dan pembantunya yang bersahabat sejak kecil.Hubungan antara keluarga tuan dan pelayannya itu sangat dekat seperti keluarga sendiri.Amir dan Hassan mempunyai banyak perbedaan dari kasta juga secara fisik Amir si tuan lebih segalanya daripada pelayannya tapi dia tak mempedulikan itu semua. sindiran dari teman2 Amir yang selalu mengejek Hassan yang seorang hazara dan seorang pembantu. 

Hasan adalah tipe pelayan dan sahabat yang sangat setia. Dia sangat patuh dan sabar menghadapi Amir, meskipun Amir sering berbuat “nakal” terhadapnya. Bahkan, Hassan pun tidak segan-segan membela Amir meskipun nyawa menjadi taruhannya. Untuk Amir, dia selalu mengatakan,” Untukmu, yang keseribu kalinya…” hingga sebuah kejadian pada suatu hari membuat persahabatannya menjadi renggang. Pada saat Hassan mengejar layang-layang putus yang diamainkan oleh Amir pada suatu festifal tahunan di kabul, Hassan dihadang oleh temen2nya yang jahat dan mengalami pelecehan oleh teman2nya dan disaat itu Amir mengetahuinya,sebenarnya dia bisa saja menolong Hassan tapi karena lebih besar rasa takutnya dia membiarkan kejadian itu terjadi pada Hassan dan berlari tanpa membantu Hassan. Sejak kejadian itu hubungan mereka tidak seperti biasanya,Amir juga berpikir bahwa Baba ayahnya lebih menyayangi Hassan daripada dirinya.Untuk menghilangkan rasa bersalahnya dia malah berlaku buruk pada Hassan dan tak mau lagi bermain dengan Hassan. Hingga menfitnah Hassan mencuri barang2nya agar Hassan pergi dari rumahnya dan tidak terbayang lagi kejadian yang membuatnya sangat sedih.

Baba Ayah Amir sudah menganggap keluarga pembantu itu sebagai keluarganya sendiri, dan tidak ingin Ayah Hassan dan Hassan pergi dari rumahnya, tapi ayah hassan tidak ingin lagi tinggal dirumah itu.Ketika keadaan di Afghanistan semakin memburuk karena perang, Amir pun membawa rasa bersalah yang semakin menumpuk ke Amerika, bersama Baba ayahnya. Dia tumbuh menjadi lelaki dewasa dengan menyimpan rahasia. Pada akhirnya, pada saat dia mencoba menguraikan rahasianya, dia pun malah menemukan rahasia yang lain. Amir, yang pada awalnya merasa terpaksa, harus kembali lagi ke Afghanistan untuk menyelamatkan seorang anak bernama Sohrab dari kebiadaban orang-orang Talib. Dalam misi penyelamatan inilah, sikap pengecut Amir berubah menjadi sikap pemberani, dan dia pun membayar rasa bersalahnya dengan membawa Sohrab keluar dari afganistan..

Tentu kalian bertanya siapakah sohrab??Sohrab adalah anak Hassan yang menjadi yatim karena kebiadaban orang2 taliban.....dan fakta yang mencengangkan mulai terkuak satu persatu setelah Amir kembali ke Afganistan,,,,,Amir baru mengetahui kalau Hassan sebenarnya adalah adiknya satu bapak tapi beda ibu. Itu juga yang menyebabkan Baba ayah Amir begitu menyayanginya melebihi Amir dan saat hari2 di Amerika Baba juga masih selalu merindukan Hassan hingga akhirnya Baba meninggal.

Cerita yang mengharu biru,,,membuat aku membayangkan dan ikut terseret dalam pengorbanan seorang pelayan kepada tuanya,,,aku merekomendasikan buku ini untuk dibaca dan aku yakin kalian tak akan kecewa....kerennn


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Google+ Followers